Kamis, 09 Desember 2010
PERSIAPAN SEBELUM MELAKUKAN PERAKITAN KOMPUTER
2.1. Mempersiapkan Alat dan Bahan
Langkah 1
Sebaiknya lakukan perakitan PC diruang tertutup dan bebas debu. Idealnya sih di ruangan ber AC (Air Condition). Siapkan meja kerja yang cukup lebar untuk menaruh semua peralatan dan perlengkapan, serta taruh sebuah kursi yang nyaman. Jangan merokok, karena abu rokok biasanya mengotori dan merusak komponen PC, terutama prosesor. Tempatkan air minum Anda jauh dari meja kerja. Gunakan pula lampu penerangan yang cukup terang.
Sebaiknya lakukan perakitan PC diruang tertutup dan bebas debu. Idealnya sih di ruangan ber AC (Air Condition). Siapkan meja kerja yang cukup lebar untuk menaruh semua peralatan dan perlengkapan, serta taruh sebuah kursi yang nyaman. Jangan merokok, karena abu rokok biasanya mengotori dan merusak komponen PC, terutama prosesor. Tempatkan air minum Anda jauh dari meja kerja. Gunakan pula lampu penerangan yang cukup terang.
Langkah 2
Untuk menghindari adanya arus static pastikan outlet listrik dirumah Anda telah dibumikan atau gunakan gelang anti statik dan sandal karet. Gelang anti static merupakan gelang berkabel yang salah satu ujungnya menempel pada casing PC. Jangan berdiri dengan telapak kaki telanjang atau menginjak sesuatu yang mengahantarkan listrik, seperti karpet atau lembaran plastic. Oh ya, basuhlah tangan Anda terlebih dahulu dan keringkan. Ini untuk menghindari keringat dan kotoran di tangan yang bias menyebabkan komponen PC berkarat.
Untuk menghindari adanya arus static pastikan outlet listrik dirumah Anda telah dibumikan atau gunakan gelang anti statik dan sandal karet. Gelang anti static merupakan gelang berkabel yang salah satu ujungnya menempel pada casing PC. Jangan berdiri dengan telapak kaki telanjang atau menginjak sesuatu yang mengahantarkan listrik, seperti karpet atau lembaran plastic. Oh ya, basuhlah tangan Anda terlebih dahulu dan keringkan. Ini untuk menghindari keringat dan kotoran di tangan yang bias menyebabkan komponen PC berkarat.
Langkah 3
Mempersipakan peralatan bongkar pasang seperti tang dan obeng.
Mempersipakan peralatan bongkar pasang seperti tang dan obeng.
Mengoperasikan sistem computer dengan menggunakan DOS.
DOS adalah Disk Operating System, yang artinya sistem pengoperasian komputer dengan bantuan rutin program yang terdapat dalam disket atau media penyimpanan lainnya.
Perintah pada DOS dibagi dua yaitu perintah internal dan perintah external yang akan dijelaskan berikut ini.
5.1. Perintah Internal
Perintah internal yaitu perintah DOS yang sudah tersedia di Read Only Memory (ROM), sehingga tidak membutuhkan program media rekam. Dan perintah internal ini dapat dijalankan langsung di direktori aktif dimana saja.
Adapun perintah - perintah internal tersebut antara lain :
- CLS
CLS digunakan untuk membersihkan layar monitor dari tampilan daftar file atau direktori. CLS singkatan dari Clear Screen.
Bentuk Perintah : C:\>CLS (enter), atau
A:\>CLS (enter)
- DIR
DIR singkatan dari Directory yang digunakan untuk menampilkan atau melihat daftar file-file yang ada di dalam direktori tersebut.
Bentuk Perintah :
A:\>DIR Drive:/[W:Width}/[P: Page]/[S: Search], atau
C:\>DIR Drive:/[W:Width}/[P: Page]/[S: Search]
Keterangan :
W : Melihat file secara melebar
P : Melihat file per halaman
S : Melihat file dengan melakukan pencarian.
Contoh :
A:\>DIR (enter) : Melihat file-file yang ada di drive A:
C:\>DIR (enter) : Melihat file-file yang ada di drive C:
C:\>DIR/W : Melihat file-file yang ada di drive C: secara melebar.
C:\>DIR/P : Melihat file-file yang ada di drive C: secara perhalaman.
- DEL
DEL yang merupakan singkatan dari DELETE digunakan untuk menghapus satu atau beberapa file yang diinginkan.
Bentuk Perintah :
C:\>Del Drive:\Direktori\Nama File.EXT. (enter)
Contoh :
C:\>DEL coba.com (enter) : Menghapus file Coba.com pada drive C:
C:\>Del C:\Hapus\Coba.com (enter) : Menghapus file Coba.com pada drive C: pada direktori Hapus.
- DATE
DATE digunakan untuk merubah tanggal yang ada di BIOS (Basic Input Output System).
Bentuk Perintah :
C:\>Date (enter)
- TIME
TIME digunakan untuk merubah jam yang ada di BIOS (Basic Input Output System).
Bentuk Perintah :
C:\>TIME (enter)
- VOL
VOL singkatan dari Volume Label yang digunakan untuk menampilkan volume label suatu rekam.
Bentuk Perintah :
C:\>Vol (enter)
- REN
REN singkatan dari Rename yang digunakan mengganti nama suatu file. Hal ini dipergunakan jika kita ingin mengganti nama file menjadi nama yang lain.
Bentuk Perintah :
C:\>REN Nama file Lama.EXT Nama File Baru.EXT (enter)
Contoh :
C:\>REN Command.com Perintah.com (Enter) : Mengganti nama file Command.com menjadi Perintah.com
- MD
MD singkatan dari Make Directory yang digunakan untuk membuat suatu direktori pada media rekam. Direktori ini nantinya digunakan untuk menempatkan file-file yang kita inginkan.
Bentuk Perintah :
C:\>MD Nama Direktori (enter), atau
A:\>MD Nama Direktori (enter)
Contoh :
C:\>MD Data (enter) : Membuat direktori dengan nama DATA pada drive C:
A:\>MD Data (enter) : Membuat direktori dengan nama DATA pada drive A:
- CD
CD singkatan dari Change Directory yang digunakan untuk merobah direktori atau mengaktifkan direktori yang kita inginkan.
Bentuk Perintah :
C:\>CD Nama Direktori (enter) atau
A:\>CD Nama Direktori (enter)
Contoh :
C:\>CD Data (enter) : Merobah direktori menjadi direktori DATA pada drive C:
A:\>CD Data (enter) : Merobah direktori menjadi direktori DATA pada drive A:
Untuk mengaktifkan atau merobah direktori tersebut, pertama sekali kita harus membuat direktori tersebut baru bisa diaktifkan.
- RD
RD singkatan dari Remove Directory yang digunakan untuk menghapus direktori yang diinginkan. Menghapus direktori tersebut bisa dilakukan apabila tidak ada file lagi di dalam direktori tersebut, apabila masih ada maka perintah ini tidak dapat untuk dilakukan.
Bentuk Perintah :
C:\>RD Nama Direktori (enter) atau
A:\>RD Nama Direktori (Enter)
Contoh :
C:\>RD Data (enter) : Menghapus direktori dengan nama DATA pada drive C:
A:\>RD Data (enter) : Menghapus direktori dengan nama DATA pada drive A:
5.2. Perintah External
Perintah external adalah perintah yang tidak terdapat pada komputer tetapi dibutuhkan oleh komputer untuk untuk melaksanakan suatu operasi.
Perintah external adalah :
- Format
Format digunakan untuk membentuk track dan sector suatu media rekam (Harddisk atau disket). Hal ini harus dilakukan pertama sekali untuk media rekam tersebut apabila tidak atau belum ada track dan sector di dalam media rekam tersebut.
Bentuk Perintah :
C:\>format drive/[S]/[F:SIZE]/[V:LABEL] atau
A:\>format drive/[S]/[F:SIZE]/[V:LABEL]
Keterangan :
S : Meng-copy-kan file system ke drive yang diformat.
F:SIZE : Mengatur ukuran / besar media format.
V:label : Membuat label dari suatu drive yang diformat
Contoh :
A:\>format C: (enter) : Membuat track dan sector pada drive c: tanpa meng-copy-kan file systemnya.
A:\>format C:/S (enter) : Membuat track dan sector pada drive c: dengan meng-copy-kan file-file system ke drive tersebut.
Catatan : Untuk melakukan format ini, maka kita harus punya file yang bernama FORMAT.COM.
- FDISK
Fdisk digunakan untuk membuat partisi pada suatu drive. Artinya kita bisa membagi suatu harddisk menjadi beberapa bagian atau partisi.
Bentuk Perintah :
C:\>Fdisk (enter) , atau
A:\>Fdisk (enter)
Catatan : Membagi partisi harus disesuaikan dengan besar harddisk tersebut. Contoh HDD ukuran 10 GB, maka kalau kita membagi 2 partisi bisa dilakukan dengan pola 5 GB untuk satu partisi dan 5GB untuk partisi yang lain atau 7 GB untuk satu partisi dan 3 GB untuk partisi yang lain, atau dengan pola yang lain tetapi besar ukuran HDD-nya tetap 10 GB. Selain itu, kita harus punya file FDISK.EXE
- SYS
Sys digunakan untuk meng-copy-kan system untuk booting pada tempat yang dituju. Hal ini dilakukan jika pada satu drive (C:\> atau A:\>) hilang atau tidak dapat berfungsi karena kesalahan track atau kerusakan sector.
Bentuk Perintah :
C:\>Sys Drive: Atau
A:\>Sys Drive:
Contoh :
A:\>sys C: (Enter) : Mengcopykan system operasi ke drive C:\>
Untuk melakukan perintah tersebut maka kita perlu file program yang bernama SYS.COM
Selain dari perintah-perintah tersebut diatas, masih ada perintah external yang lain seperti :
- Unformat
Untuk membatalkan perintah format yang telah dilakukan. - Undelete
Membatalkan perintah del / penghapusan. - Diskcopy
Menggandakan isi suatu disket ke disket yang lain. - Xcopy
Mengcopy file - Move
Memindahkan file ke direktori yang lain. - Doskey
Dapat mengedit atau menampilkan perintah DOS. - Attrib
Mengatur attribut file dan direktori.
Windows 98/ME/2000/XP/2003 merupakan sistem operasi yang sudah mempunyai tampilan graphic. Sehingga dalam pengoperasiannya sudah sangat mudah, kita tinggal melakukan klik saja. Semua program dapat kita jalankan hanya dengan menggunakan mouse. Program dimulai dengan mengklik Start pada taskbar.
setting Bios
Setelah PC selesai dirakit, langkah selanjutnya adalah melakukan setting BIOS. Yang anda perlukan adalah Cuma tak - tik pada kibor atau klak - klik pada mouse saja, karena adik - adik tinggal mengeset BIOS dan menginstall sistem operasi saja.
4.1. Langkah dalam setting BIOS
Langkah 1
Hubungkan monitor, kibor, mouse dan peranti lainnya pada PC. Jangan lupa tancapkan kabel power ke port power dibelakang PC. Sesudah itu, tekan tombol power pada PC dan monitor untuk menghidupkan komputer rakitan Anda. PC segera melakukan proses booting.
Hubungkan monitor, kibor, mouse dan peranti lainnya pada PC. Jangan lupa tancapkan kabel power ke port power dibelakang PC. Sesudah itu, tekan tombol power pada PC dan monitor untuk menghidupkan komputer rakitan Anda. PC segera melakukan proses booting.
Langkah 2
Segeralah menekan tombol [Delete] pada kibor untuk masuk menu BIOS / CMOS Setup.
Segeralah menekan tombol [Delete] pada kibor untuk masuk menu BIOS / CMOS Setup.
Langkah 3
Anda akan masuk BIOS. Pada workshop ini, motherboard yang kami gunakan menggunakan AwardBIOS. Pengaturan untuk jenis BIOS lainnya kurang lebih sama saja kok. Nah, hal pertama yang harus Anda lakukan mengeset waktu yang akan digunakan oleh system komputer. Aturlah melalui menu [Main] [System Time]. Untuk mengubahnya, gunakan tombol [+], [-] dan tombol [Tab] pada kibor Anda
Anda akan masuk BIOS. Pada workshop ini, motherboard yang kami gunakan menggunakan AwardBIOS. Pengaturan untuk jenis BIOS lainnya kurang lebih sama saja kok. Nah, hal pertama yang harus Anda lakukan mengeset waktu yang akan digunakan oleh system komputer. Aturlah melalui menu [Main] [System Time]. Untuk mengubahnya, gunakan tombol [+], [-] dan tombol [Tab] pada kibor Anda
Langkah 4
Selanjutnya dengan cara yang sama ubahlah tanggal pada system komputer Anda melalui menu [System Date].
Selanjutnya dengan cara yang sama ubahlah tanggal pada system komputer Anda melalui menu [System Date].
Langkah 5
Setelah mengeset waktu dan tanggal dari system, jika mau, Anda juga dapat memasang password BIOS agar orang lain tidak dapat mengubah setelan BIOS yang Anda Buat. Caranya, pilih menu [Supervisor Password], lalu tekan tombol [+]pada kibor. Selanjutnya, masukkan password Anda pada boks Enter Password, lalu klik [Enter]. Masukkan kembali password Anda pada boks Confirm Password, kemudian kembali tekan [Enter]. Nah, sekarang status opsi Supervisor Password pasti menjadi Enable.
Setelah mengeset waktu dan tanggal dari system, jika mau, Anda juga dapat memasang password BIOS agar orang lain tidak dapat mengubah setelan BIOS yang Anda Buat. Caranya, pilih menu [Supervisor Password], lalu tekan tombol [+]pada kibor. Selanjutnya, masukkan password Anda pada boks Enter Password, lalu klik [Enter]. Masukkan kembali password Anda pada boks Confirm Password, kemudian kembali tekan [Enter]. Nah, sekarang status opsi Supervisor Password pasti menjadi Enable.
Langkah 6
Bila PC Anda akan dipakai beramai-ramai, Anda juga bisa mengeset user password untuk masing-masing pengguna. Manfaatkan saja menu [User Password]. Cara mengesetnya sama saja kok dengan pengaturan pada Surpervisor Password.
Bila PC Anda akan dipakai beramai-ramai, Anda juga bisa mengeset user password untuk masing-masing pengguna. Manfaatkan saja menu [User Password]. Cara mengesetnya sama saja kok dengan pengaturan pada Surpervisor Password.
Langkah 7
Sekarang bukalah menu [Advanced]dengan menekan tombol [?] (arah panah ke kanan) pada kibor Anda, lalu pilih [I/O Device Configuration] kemudian [Enter].
Sekarang bukalah menu [Advanced]dengan menekan tombol [?] (arah panah ke kanan) pada kibor Anda, lalu pilih [I/O Device Configuration] kemudian [Enter].
Langkah 8
Disini Anda dapat mengatur penggunaan fitur onboard pada motherboard Anda. Misalnya, bila Anda menggunakan kartu suara dan modem yang bukan on-board, ubahlah opsi [Onboard AC97 Audio Controller] dan [Onboard AC98 Modem Controller] menjadi [Disable] dengan menekan tombol [+] pada kibor Anda. Selanjutnya klik [Esc] untuk kembali ke menu [Advanced]
Disini Anda dapat mengatur penggunaan fitur onboard pada motherboard Anda. Misalnya, bila Anda menggunakan kartu suara dan modem yang bukan on-board, ubahlah opsi [Onboard AC97 Audio Controller] dan [Onboard AC98 Modem Controller] menjadi [Disable] dengan menekan tombol [+] pada kibor Anda. Selanjutnya klik [Esc] untuk kembali ke menu [Advanced]
Langkah 9
Sekarang pilih opsi [PCI Configuration] lalu tekan [Enter]. Kemudian agar slot USB Anda dapat berfungsi, set opsi USB [USB Function] menjadi [Enable]. Jika belum, Anda bisa mengubahnya dengan menekan tombol [+]. Jika sudah, kembali kemenu [Advanced] dengan menekan tombol [Esc].
Sekarang pilih opsi [PCI Configuration] lalu tekan [Enter]. Kemudian agar slot USB Anda dapat berfungsi, set opsi USB [USB Function] menjadi [Enable]. Jika belum, Anda bisa mengubahnya dengan menekan tombol [+]. Jika sudah, kembali kemenu [Advanced] dengan menekan tombol [Esc].
Langkah 10
Selanjutnya Anda dapat mengubah manajemen penggunaan listrik dari komputer melalui menu [Power] dengan menekan tombol [?] namun untuk mudahnya, tak usah mengubah hal apapun dalam pengaturan ini.
Selanjutnya Anda dapat mengubah manajemen penggunaan listrik dari komputer melalui menu [Power] dengan menekan tombol [?] namun untuk mudahnya, tak usah mengubah hal apapun dalam pengaturan ini.
Langkah 11
Selanjutnya buka menu [Boot]. Nah, untuk memudahkan penginstalan system operasi yang akan dilakukan setelah ini, ubahlah pula boot dari PC. Set CD ROM sebagai boot device pertama, kemudian hard disk sebagai boot device kedua dan floppy disk sebgai boot device ketiga, dengan menggunakan tombol [+] dan [-]. Gunanya agar tiap kali booting, komputer mencari adanya system operasi di CD-ROM dulu, baru kemudian hard disk, dan floppy.
Selanjutnya buka menu [Boot]. Nah, untuk memudahkan penginstalan system operasi yang akan dilakukan setelah ini, ubahlah pula boot dari PC. Set CD ROM sebagai boot device pertama, kemudian hard disk sebagai boot device kedua dan floppy disk sebgai boot device ketiga, dengan menggunakan tombol [+] dan [-]. Gunanya agar tiap kali booting, komputer mencari adanya system operasi di CD-ROM dulu, baru kemudian hard disk, dan floppy.
4.2. Installasi Windows 98/ME/2000/XP/2003
Langkah – langkah yang harus dilakukan untuk menginstall windows 98/ME/2000/XP/2003 adalah Sebelum melakukan instalasi Windows, pastikan bahwa komputer tersebut memenuhi syarat untuk menjalankan sistem operasi Windows. Sebelum program setup dijalankan, pastikan bahwa boot virus detection pada setup BIOS berada pada posisi Disable. Hal ini perlu karena seperti MS-DOS dan sistem operasi lainnya, pada proses instalasinya dilakukan proses update terhadap boot sector.
Langkah-langkah instalasi Windows adalah sebagai berikut:
- Jalankan perintah setup Windows dengan memanggil SETUP.EXE dari directori tempat file master Windows ada di drive D:(CDROM) pada directori WIN98/ME/2000/XP/2003.
- Ketikkan perintah: D:\WIN98\setup kemudian tekan Enter.
- Akan muncul kotak dialog setup dan ikuti langkah - langkah yang diberikan komputer selanjutnya.
Catatan: Sebelum menginstall MS-Windows 9x/ME/2000/XP/2003, harus dipastikan bahwa harddisk anda telah terbentuk track dan sectornya. Kalau belum ada, maka lakukanlah Format seperti yang telah dipelajari pada perintah external pada Bab sebelumnya.
Langkah - langkah Pengerjaan Dalam Merakit Sebuah komputer.
Langkah - langkah yang dilakukan untuk merakit sebuah komputer adalah :
Langkah 1
Membuka casing dan memasang power supply
Siapkan casing, bukalah dari dusnya dan keluarkan. Casing yang kami gunakan disini adalah model tower dengan penutup samping. Bukalah kedua penutup samping dengan melepaskan keempat baut yang berada dibelakang casing. Simpanlah terlebih dahulu kedua penutup samping itu ditempat yang aman.
Langkah 1
Membuka casing dan memasang power supply
Siapkan casing, bukalah dari dusnya dan keluarkan. Casing yang kami gunakan disini adalah model tower dengan penutup samping. Bukalah kedua penutup samping dengan melepaskan keempat baut yang berada dibelakang casing. Simpanlah terlebih dahulu kedua penutup samping itu ditempat yang aman.
Langkah 2
Memasang switching power supply unit (PSU) adapter pada tempat yang telah disediakan. Pada model tower dan middle tower, biasanya tempatnya disisi paling atas. Lalu rekatkan dengan empat buah baut. Anda bisa mengabaikan langkah ini bila casing yang Anda beli telah menyertakan PSU di dalamnya.
Memasang switching power supply unit (PSU) adapter pada tempat yang telah disediakan. Pada model tower dan middle tower, biasanya tempatnya disisi paling atas. Lalu rekatkan dengan empat buah baut. Anda bisa mengabaikan langkah ini bila casing yang Anda beli telah menyertakan PSU di dalamnya.
Langkah 3
Bukalah boks motherboard Anda, keluarkan dan letakkan Motherboard tersebut di meja, namun sebelumnya, diberi alas pada bagian bawah motherboard dengan gabus yang tersedia dalam boksnya. Carilah soket chip prosesor pada motherboard. Soket tersebut memiliki lubang sesuai dengan jumlah pin pada chip. Pada salah satu sudutnya pasti ada dua lubang yang tertutup.
Bukalah boks motherboard Anda, keluarkan dan letakkan Motherboard tersebut di meja, namun sebelumnya, diberi alas pada bagian bawah motherboard dengan gabus yang tersedia dalam boksnya. Carilah soket chip prosesor pada motherboard. Soket tersebut memiliki lubang sesuai dengan jumlah pin pada chip. Pada salah satu sudutnya pasti ada dua lubang yang tertutup.
Langkah 4
Lepaskan tuas pengait prosesor dengan cara menekannya lalu tarik ka atas. Posisi pengait tersebut harus benar-benar tegak lurus, sehinga lubang soket terbuka seluruhnya. Ambillah prosesor, peganglah pada sisi-sisinya. Lalu posisikan pada soket prosesor, pastikan sudut yang bertanda segitiga berada di dekat pengait. Tancapkan chip processor pada soket dan pastikan pinnya menancap semuanya. Berhati-hatilah, jangan sampai pinya bengkok atau patah
Lepaskan tuas pengait prosesor dengan cara menekannya lalu tarik ka atas. Posisi pengait tersebut harus benar-benar tegak lurus, sehinga lubang soket terbuka seluruhnya. Ambillah prosesor, peganglah pada sisi-sisinya. Lalu posisikan pada soket prosesor, pastikan sudut yang bertanda segitiga berada di dekat pengait. Tancapkan chip processor pada soket dan pastikan pinnya menancap semuanya. Berhati-hatilah, jangan sampai pinya bengkok atau patah
Langkah 5
Setelah chip masuk dengan tepat ke dalam soket, turunkan kembali pengait dengan cara menekannya ke bawah. Kaitkan agar benar-benar terkunci agar chip prosesor tidak lepas. Chip yang tidak terkunci bisa pula menimbulkan eror saat komputer dijalankan.
Setelah chip masuk dengan tepat ke dalam soket, turunkan kembali pengait dengan cara menekannya ke bawah. Kaitkan agar benar-benar terkunci agar chip prosesor tidak lepas. Chip yang tidak terkunci bisa pula menimbulkan eror saat komputer dijalankan.
Langkah 6
Sebaiknya beri heatsink dan fan pada chip prosesor agar prosesor tidak lepas dan tahan lama. Oleskan sedikit thermal paste atau pasta pendingin di atasnya, lalu tempelkan heatsink dan kipas di atasnya.
Sebaiknya beri heatsink dan fan pada chip prosesor agar prosesor tidak lepas dan tahan lama. Oleskan sedikit thermal paste atau pasta pendingin di atasnya, lalu tempelkan heatsink dan kipas di atasnya.
Langkah 7
Kuncilah kipas prosesor dengan menekan dua pengaitnya secara bergantian dan hati-hati. Jangan sampai Anda menekan terlalu keras pada sisi atas kipas. Lalu tancapkan kabel power untuk kipas ke motherboard. Letak soket biasanya berada di sebelah soket prosesor, cari saja yang bertuliskan CPU FAN.
Kuncilah kipas prosesor dengan menekan dua pengaitnya secara bergantian dan hati-hati. Jangan sampai Anda menekan terlalu keras pada sisi atas kipas. Lalu tancapkan kabel power untuk kipas ke motherboard. Letak soket biasanya berada di sebelah soket prosesor, cari saja yang bertuliskan CPU FAN.
Langkah 8
Beralihlah ke casing, pasang baut atas untuk Motherboard pada platnya. Warna bautya biasanya keemasan dan berlubang. Baut ini biasanya disertakan pada saat Anda membeli casing PC. Bila tidak ada, maka Anda bisa membelinya ditoko aksesoris komputer terdekat. Pastikan penempatannya sesuai dengan jumlah dan posisi lubang baut yang dimiliki Motherboard. Kemudian kencangkan baut dengan menggunakan tang.
Beralihlah ke casing, pasang baut atas untuk Motherboard pada platnya. Warna bautya biasanya keemasan dan berlubang. Baut ini biasanya disertakan pada saat Anda membeli casing PC. Bila tidak ada, maka Anda bisa membelinya ditoko aksesoris komputer terdekat. Pastikan penempatannya sesuai dengan jumlah dan posisi lubang baut yang dimiliki Motherboard. Kemudian kencangkan baut dengan menggunakan tang.
Langkah 9
Siapkan pula breket atau plat ekspansi penutup belakang, sebagai tempat munculnya port PS/2 , USB, COM, paralel dan soundcard. Plat ekspansi ini juga disertakan saat Anda membeli casing PC. Pasanglah pada sisi belakang casing, posisi dibawah power supply. Setelah itu, pasanglah bautnya.
Siapkan pula breket atau plat ekspansi penutup belakang, sebagai tempat munculnya port PS/2 , USB, COM, paralel dan soundcard. Plat ekspansi ini juga disertakan saat Anda membeli casing PC. Pasanglah pada sisi belakang casing, posisi dibawah power supply. Setelah itu, pasanglah bautnya.
Langkah 10
Angkat motherboard dan letakkan ke dalam casing. Posisikan Motherboard dengan mengepaskan lubang bautnya di atas baut-baut alas. Lalu pasang baut-baut Motherboard yang telah diberi cincin isolator. Penggunaan cincin isolator hanya untuk menghindari adanya hubungan arus pendek antar jalur-jalur motherboard dengan baut. Namun demikian, desain Motherboard yang saat ini telah mencegah adanya jalur elektronik ke seputar lubang baut. Setelah terpasang semuanya, kencangkan dengan obeng.
Angkat motherboard dan letakkan ke dalam casing. Posisikan Motherboard dengan mengepaskan lubang bautnya di atas baut-baut alas. Lalu pasang baut-baut Motherboard yang telah diberi cincin isolator. Penggunaan cincin isolator hanya untuk menghindari adanya hubungan arus pendek antar jalur-jalur motherboard dengan baut. Namun demikian, desain Motherboard yang saat ini telah mencegah adanya jalur elektronik ke seputar lubang baut. Setelah terpasang semuanya, kencangkan dengan obeng.
Langkah 11
Pasang konektor yang berasal dari lampu LED, spiker, tombol power dan tombol reset PC ke Motherboard. Letak pinnnya biasanya berada didepan slot PCI. Meski harus berhati-hati, Anda tak perlu merasa khawatir pemasangan konektor terbolak balik. Masing-masing pin diMotherboard sudah ada namanya. Tinggal sesuaikan saja namanya dengan konektor yang akan ditancapkan.
Pasang konektor yang berasal dari lampu LED, spiker, tombol power dan tombol reset PC ke Motherboard. Letak pinnnya biasanya berada didepan slot PCI. Meski harus berhati-hati, Anda tak perlu merasa khawatir pemasangan konektor terbolak balik. Masing-masing pin diMotherboard sudah ada namanya. Tinggal sesuaikan saja namanya dengan konektor yang akan ditancapkan.
Langkah 12
Berikutnya, hubungkan konektor kabel power yang berasal dari PSU ke port power yang berada di mobo. Port power biasanya berwarna putih dengan jumlah pin sebanyak 12 buah. Biasanya letak port power berdampingan dengan soket floppy. Model mobo modern seluruhnya telah menggunakan konektor ATX yang diberi pengait, sehingga pemasangan konektor power tak mungkin terbalik.
Berikutnya, hubungkan konektor kabel power yang berasal dari PSU ke port power yang berada di mobo. Port power biasanya berwarna putih dengan jumlah pin sebanyak 12 buah. Biasanya letak port power berdampingan dengan soket floppy. Model mobo modern seluruhnya telah menggunakan konektor ATX yang diberi pengait, sehingga pemasangan konektor power tak mungkin terbalik.
Langkah 13
Tancapkan pula konektor power prosesor pada port power tambahan. Konektor power tambahan ini diperlukan bila Anda memakai prosesor berbasis Pentium 4, karena prosesor ini memerlukan tenaga tambahan agar dapat berjalan dengan optimal. Letak port power tambahan biasanya berada disebelah slot kartu VGA, berbentuk bujur sangkar dengan jumlah pin sebanyak empat buah.
Tancapkan pula konektor power prosesor pada port power tambahan. Konektor power tambahan ini diperlukan bila Anda memakai prosesor berbasis Pentium 4, karena prosesor ini memerlukan tenaga tambahan agar dapat berjalan dengan optimal. Letak port power tambahan biasanya berada disebelah slot kartu VGA, berbentuk bujur sangkar dengan jumlah pin sebanyak empat buah.
Langkah 14
Berikutnya pasang kartu memori (RAM) pada slot DIMM yang telah disediakan. Sesuaikan jenis RAM dengan motherboard yang Anda gunakan. Pada praktik ini kami menggunakan mobo Asus P4B yang hanya mendukung jenis memori SDRAM. Mau tau mobo Anda mendukung memori apa? Lihatlah bentuk slot memori pada mobo. Bila slot tersbut memiliki dua pembatas antarpin, berarti jenis RAM yang harus Anda pakai SD-RAM. Sebaliknya, bila hanya ada satu pembatas pin, maka gunakan jenis DDR-RAM. Untuk memasangnya, buka terlebih dahulu kait pengunci kartu memori, lalu tancapkan kartu dengan benar. Pastikan seluruh kaki tertancap pada slot. Kemudian kaitkan tuas penguncinya ke lubang pada kartu memori.
Berikutnya pasang kartu memori (RAM) pada slot DIMM yang telah disediakan. Sesuaikan jenis RAM dengan motherboard yang Anda gunakan. Pada praktik ini kami menggunakan mobo Asus P4B yang hanya mendukung jenis memori SDRAM. Mau tau mobo Anda mendukung memori apa? Lihatlah bentuk slot memori pada mobo. Bila slot tersbut memiliki dua pembatas antarpin, berarti jenis RAM yang harus Anda pakai SD-RAM. Sebaliknya, bila hanya ada satu pembatas pin, maka gunakan jenis DDR-RAM. Untuk memasangnya, buka terlebih dahulu kait pengunci kartu memori, lalu tancapkan kartu dengan benar. Pastikan seluruh kaki tertancap pada slot. Kemudian kaitkan tuas penguncinya ke lubang pada kartu memori.
Langkah 15
Langkah selanjutnya adalh pemasangan kartu VGA. Ada dua tipe VGA, model AGP dan PCI. Model VGA yang menggunakan slot PCI biasanya terdapat pada mobo komputer lama. Slot PCI pada mobo berwarna putih dan lebih panjang dibanding slot AGP yang berwarna coklat gelap. Dalam contoh ini, kami gunakan kartu VGA model AGP. Lepaskan plat penutup casing yang paling dekat dengan port AGP. Gunakan tang jepit apabila plat agak susah sibengkokkan.
Langkah selanjutnya adalh pemasangan kartu VGA. Ada dua tipe VGA, model AGP dan PCI. Model VGA yang menggunakan slot PCI biasanya terdapat pada mobo komputer lama. Slot PCI pada mobo berwarna putih dan lebih panjang dibanding slot AGP yang berwarna coklat gelap. Dalam contoh ini, kami gunakan kartu VGA model AGP. Lepaskan plat penutup casing yang paling dekat dengan port AGP. Gunakan tang jepit apabila plat agak susah sibengkokkan.
Langkah 16
Tancapkan kartu VGA ke slotnya dengan perlahan dan tegak lurus. Pastikan lempeng pada besi yang pangkal kartu VGA masuk pada celah yang telah Anda buka di langkah 17 tadi.
Tancapkan kartu VGA ke slotnya dengan perlahan dan tegak lurus. Pastikan lempeng pada besi yang pangkal kartu VGA masuk pada celah yang telah Anda buka di langkah 17 tadi.
Langkah 17
Pastikan kedudukan kartu grafik Anda sudah mantap dan tidak miring. Tekan lagi secara perlahan bila memang belum mantap. Biasanya, disamping slot AGP terdapat sebuah pengait tersebut untuk mengunci kartu grapik Anda. Beberapa karu VGA memiliki colokan untuk power tambahan. Jika ada, ambil konektor power supply dan colokan ke port power yang ada di kartu VGA.
Pastikan kedudukan kartu grafik Anda sudah mantap dan tidak miring. Tekan lagi secara perlahan bila memang belum mantap. Biasanya, disamping slot AGP terdapat sebuah pengait tersebut untuk mengunci kartu grapik Anda. Beberapa karu VGA memiliki colokan untuk power tambahan. Jika ada, ambil konektor power supply dan colokan ke port power yang ada di kartu VGA.
Langkah 18
Pasang bautnya untuk mengencangkan kartu VGA
Pasang bautnya untuk mengencangkan kartu VGA
Langkah 19
Langkah selanjutnya adaloh pemasangan kartu suara. Umumnya, kartu suara menggunakan slot PCI. Lepaskan plat penutup casing di dekat slot PCI yang Anda inginkan. Caranya sama seperti langkah 17. Sebaiknya slot yang digunakan tidak terlalu dekat dengan kartu VGA.
Langkah selanjutnya adaloh pemasangan kartu suara. Umumnya, kartu suara menggunakan slot PCI. Lepaskan plat penutup casing di dekat slot PCI yang Anda inginkan. Caranya sama seperti langkah 17. Sebaiknya slot yang digunakan tidak terlalu dekat dengan kartu VGA.
Langkah 20
Ambil kartu suara Anda, lalu tancapkan ke slot PCI tersebut secara perlahan dan tegak lurus. Pastikan lempeng besi pada pangkal kartu suara masuk dengan pas pada celah yang telah Anda buka di langkah 21.
Ambil kartu suara Anda, lalu tancapkan ke slot PCI tersebut secara perlahan dan tegak lurus. Pastikan lempeng besi pada pangkal kartu suara masuk dengan pas pada celah yang telah Anda buka di langkah 21.
Langkah 21
Anda bisa memasang kartu suara lainnya di slot yang masih tersisa. Buka penutup casing lalu tancapkan kartu PCI periperial lain dengan modem internal, kartu LAN, atau kartu Wireless. Tancapkan kartu di slot yang tersisa. Apabila nantinya ada trouble di alamat IRQ karena bentrok dengan hardware lain, maka ganti ke slot PCI lainnya.
Anda bisa memasang kartu suara lainnya di slot yang masih tersisa. Buka penutup casing lalu tancapkan kartu PCI periperial lain dengan modem internal, kartu LAN, atau kartu Wireless. Tancapkan kartu di slot yang tersisa. Apabila nantinya ada trouble di alamat IRQ karena bentrok dengan hardware lain, maka ganti ke slot PCI lainnya.
Langkah 22
Kecangkan kartu yang telah tertancap dengan sekrup.
Pastikan posisi kartu tegak lurus terhadap motherboard.
Kecangkan kartu yang telah tertancap dengan sekrup.
Pastikan posisi kartu tegak lurus terhadap motherboard.
Langkah 23
Biasanya mobo menyediakan empat hingga delapan port USB built-in. Anda bisa menambahkan port USB tambahan pada PC Anda di bagian depan atau belakang. Casing PC biasanya telah menyertakan port USB di bagian depan namun belum disambungkan.
Biasanya mobo menyediakan empat hingga delapan port USB built-in. Anda bisa menambahkan port USB tambahan pada PC Anda di bagian depan atau belakang. Casing PC biasanya telah menyertakan port USB di bagian depan namun belum disambungkan.
Langkah 24
Tancapkan konektor port USB ke pin yang ada di motherboard. Biasanya ada teks USB 2 di papan PCB. Usahakan pemasangan konektor ke pin tidak terbalik. Baca buku manual mobo untuk lebih jelasnya.
Tancapkan konektor port USB ke pin yang ada di motherboard. Biasanya ada teks USB 2 di papan PCB. Usahakan pemasangan konektor ke pin tidak terbalik. Baca buku manual mobo untuk lebih jelasnya.
Langkah 25
Anda bisa memasang kipas tambahan pada casing untuk menjaga sirkuit udara didalam PC tetap normal. Tambahkan dua kipas, masing-msing dimuka dan satunya dibelakang. Kipas dimuka berfungsi untuk menyedot udara, sedangkan kipas belakang untuk mengeluarkan udara dari dalam PC. Gunakan baut yang sesuai dengan lubang kipas untuk menguatkannya. Pasang konektor power-nya dengan konektor power dari kotak power supply.
Anda bisa memasang kipas tambahan pada casing untuk menjaga sirkuit udara didalam PC tetap normal. Tambahkan dua kipas, masing-msing dimuka dan satunya dibelakang. Kipas dimuka berfungsi untuk menyedot udara, sedangkan kipas belakang untuk mengeluarkan udara dari dalam PC. Gunakan baut yang sesuai dengan lubang kipas untuk menguatkannya. Pasang konektor power-nya dengan konektor power dari kotak power supply.
Langkah 26
Anda bisa memasang kipas tambahan pada casing untuk menjaga sirkuit udara didalam PC tetap normal. Tambahkan dua kipas, masing-msing dimuka dan satunya dibelakang. Kipas dimuka berfungsi untuk menyedot udara, sedangkan kipas belakang untuk mengeluarkan udara dari dalam PC. Gunakan baut yang sesuai dengan lubang kipas untuk menguatkannya. Pasang konektor power-nya dengan konektor power dari kotak power supply.
Anda bisa memasang kipas tambahan pada casing untuk menjaga sirkuit udara didalam PC tetap normal. Tambahkan dua kipas, masing-msing dimuka dan satunya dibelakang. Kipas dimuka berfungsi untuk menyedot udara, sedangkan kipas belakang untuk mengeluarkan udara dari dalam PC. Gunakan baut yang sesuai dengan lubang kipas untuk menguatkannya. Pasang konektor power-nya dengan konektor power dari kotak power supply.
Langkah 27
Siapkan hard disk. Pertama, aturlah jumper pada hard disk . jumper ini ada di bagian belakang hard disk dan memiliki lima pasang pin. Bila hard disk yang akan Anda pasang cuma satu, maka setelah jumper ke posisi master “MASTER”. Jika ada dua hard disk, maka cabut jumper pada hard disk kedua dan posisikan sebagai “SLAVE”. Petunjuk pemasangan jumper biasanya ada pada sisi atas hard disk.
Siapkan hard disk. Pertama, aturlah jumper pada hard disk . jumper ini ada di bagian belakang hard disk dan memiliki lima pasang pin. Bila hard disk yang akan Anda pasang cuma satu, maka setelah jumper ke posisi master “MASTER”. Jika ada dua hard disk, maka cabut jumper pada hard disk kedua dan posisikan sebagai “SLAVE”. Petunjuk pemasangan jumper biasanya ada pada sisi atas hard disk.
Langkah 28
Pasang kabel data IDE jenis ATA/ 66 pada port data di belakang hard disk yang punya 49 pin (24 pasang + 1 pin). Pemasangan cukup mudah. Agar pemasangan pas, bagian yang tidak berlubang dari ujung kabel data harus dilepaskan ke bagian port yang tidak ada pinnya. Cara lain yang lebih sederhana yaitu dengan melihat penanda warna pada kabel . bagian yang berwarna merah harus ditempatkan dekat dengan soket power untuk hard disk. Lalu, pasang ujung satunya dari kabel data tersebut pada soket IDE 1 atau primary IDE pada mobo (biasanya sih berwarna biru dan ditandai dengan tulisan “IDE 1 Primary”). Cara pemasangannya sama dengan pemasangan ke hard disk.
Pasang kabel data IDE jenis ATA/ 66 pada port data di belakang hard disk yang punya 49 pin (24 pasang + 1 pin). Pemasangan cukup mudah. Agar pemasangan pas, bagian yang tidak berlubang dari ujung kabel data harus dilepaskan ke bagian port yang tidak ada pinnya. Cara lain yang lebih sederhana yaitu dengan melihat penanda warna pada kabel . bagian yang berwarna merah harus ditempatkan dekat dengan soket power untuk hard disk. Lalu, pasang ujung satunya dari kabel data tersebut pada soket IDE 1 atau primary IDE pada mobo (biasanya sih berwarna biru dan ditandai dengan tulisan “IDE 1 Primary”). Cara pemasangannya sama dengan pemasangan ke hard disk.
Langkah 29
Pasanglah kabel power dari power supply ke hard disk. Port kabel power ini punya 4 pin berukuran besar. Pasang dengan pas hingga seluruh ujung konektornya mentok.
Langkah 30
Setelah itu pasang hard disk pada Drive bay berukuran 3,5 inci. Drive bay tersebut biasanya juga cocok untuk memasukkan floppy Drive. Jika sudah pas, pasanglah bautnya.
Pasanglah kabel power dari power supply ke hard disk. Port kabel power ini punya 4 pin berukuran besar. Pasang dengan pas hingga seluruh ujung konektornya mentok.
Langkah 30
Setelah itu pasang hard disk pada Drive bay berukuran 3,5 inci. Drive bay tersebut biasanya juga cocok untuk memasukkan floppy Drive. Jika sudah pas, pasanglah bautnya.
Langkah 31
Langkah berikutnya adalah pemasangan floppy disk. Kini, siapkan floppy Drive. Ruang untuk menempatkan floppy Drive ini mudah dikenali, yaitu dengan adanya lubang untuk memasukkan floppy disk (disket) di bagian depan casing. Tempatkan floppy Drive tepat di belakang lubang tersebut. Kalau casing PC Anda bisa dilepaskan bagian depannya, maka masukkan saja floppy Drive dari depan.
Langkah berikutnya adalah pemasangan floppy disk. Kini, siapkan floppy Drive. Ruang untuk menempatkan floppy Drive ini mudah dikenali, yaitu dengan adanya lubang untuk memasukkan floppy disk (disket) di bagian depan casing. Tempatkan floppy Drive tepat di belakang lubang tersebut. Kalau casing PC Anda bisa dilepaskan bagian depannya, maka masukkan saja floppy Drive dari depan.
Langkah 32
Dalam casing tertentu, seperti yang kami pakai ini, Anda perlu mengepaskan lubang disket pada floppy Drive dengan posisi lubang disket yang telah disediakan casing. Jajal deh untuk memasukkan disket pada lubang di casing. Itu akan membantu Anda dalam mengepaskannya. Jika sudah pas, pasang baut untuk mengencangkan posisinya.
Dalam casing tertentu, seperti yang kami pakai ini, Anda perlu mengepaskan lubang disket pada floppy Drive dengan posisi lubang disket yang telah disediakan casing. Jajal deh untuk memasukkan disket pada lubang di casing. Itu akan membantu Anda dalam mengepaskannya. Jika sudah pas, pasang baut untuk mengencangkan posisinya.
Langkah 34
Ruang untuk CD- ROM Drive berukuran 5,25 inci dan berada diatas floppy Drive dan hard disk. Sebelum menempatkan CD Drive, buka dulu penutup bay-nya, biasanya penutupnya ada dua lapis, penutup dari plastik dan lempengan logam, untuk membuka penutup plastik, tinggal penutupnya dari bagian dalam. Sedangkan, untuk membuka logam, Anda perlu tang untuk memotongya, karena penutup ini menyambung dengan rangka casing.
Ruang untuk CD- ROM Drive berukuran 5,25 inci dan berada diatas floppy Drive dan hard disk. Sebelum menempatkan CD Drive, buka dulu penutup bay-nya, biasanya penutupnya ada dua lapis, penutup dari plastik dan lempengan logam, untuk membuka penutup plastik, tinggal penutupnya dari bagian dalam. Sedangkan, untuk membuka logam, Anda perlu tang untuk memotongya, karena penutup ini menyambung dengan rangka casing.
Langkah 35
Sebelum memasang, pastikan posisi jumper. Port jumper di CD-ROM Drive optik terdiri dari tiga pasang pin. Jika Anda ingin menjadikan Drive tersebut menjadi Drive utama atau pertama, tempatkan jumper-nya pada bagian master. Sebaliknya, jika ingin dijadikan Drive sekunder atau slave, taruh jumper-nya pada posisi slave.
Sebelum memasang, pastikan posisi jumper. Port jumper di CD-ROM Drive optik terdiri dari tiga pasang pin. Jika Anda ingin menjadikan Drive tersebut menjadi Drive utama atau pertama, tempatkan jumper-nya pada bagian master. Sebaliknya, jika ingin dijadikan Drive sekunder atau slave, taruh jumper-nya pada posisi slave.
Langkah 36
Sekarang masukkan Drive ke dalam bay yang telah disiapkan tadi. Posisikan dengan tepat, sehingga posisi depan Drive pas dengan permukaan depan casing. Setelah itu pasanglah baut pengencangnya
Sekarang masukkan Drive ke dalam bay yang telah disiapkan tadi. Posisikan dengan tepat, sehingga posisi depan Drive pas dengan permukaan depan casing. Setelah itu pasanglah baut pengencangnya
Langkah 37
Pasanglah kabel data jenis Ultra ATA 33 untuk menghubungkan Drive dengan mobo. Jenisnya sama dengan kabel data untuk hard disk, maka cara pemasangannyapun sama. Pasang salah satu ujung kabel ke port data di belakang CD Drive. Lalu, pasangkan ujung lainnya ke port IDE 2 atau secondary IDE pada mobo (biasanya berwarna hitam dan posisinya disamping port IDE primary).
Pasanglah kabel data jenis Ultra ATA 33 untuk menghubungkan Drive dengan mobo. Jenisnya sama dengan kabel data untuk hard disk, maka cara pemasangannyapun sama. Pasang salah satu ujung kabel ke port data di belakang CD Drive. Lalu, pasangkan ujung lainnya ke port IDE 2 atau secondary IDE pada mobo (biasanya berwarna hitam dan posisinya disamping port IDE primary).
Langkah 38
Pasang kabel audio (ada pada paket CD-ROM Drive yang Anda beli) pada port audio di belakang CD-ROM Drive yang memiliki empat pin kecil. Kemudian pasangkan ujung lainnya pada kartu suara, tepatnya pada sepasang pin yang bertuliskan “CD IN”.
Pasang kabel audio (ada pada paket CD-ROM Drive yang Anda beli) pada port audio di belakang CD-ROM Drive yang memiliki empat pin kecil. Kemudian pasangkan ujung lainnya pada kartu suara, tepatnya pada sepasang pin yang bertuliskan “CD IN”.
Langkah 39
Setelah itu pasanglah kabel power untuk CD-ROM Drive. Pemasangannya sama saja dengan pemasangan kabel power untuk hard disk. Ambil saja salah satu kabel power dari power supply dan pasangkan pada port power (dengan 4 pin besar) yang ada dibelakang Drive. Untuk pemasangan Drive optik lainnya seperti CD-RW Drive, DVD-ROM Drive, dan sebagainya, prinsipnya sama.
Setelah itu pasanglah kabel power untuk CD-ROM Drive. Pemasangannya sama saja dengan pemasangan kabel power untuk hard disk. Ambil saja salah satu kabel power dari power supply dan pasangkan pada port power (dengan 4 pin besar) yang ada dibelakang Drive. Untuk pemasangan Drive optik lainnya seperti CD-RW Drive, DVD-ROM Drive, dan sebagainya, prinsipnya sama.
Langkah 40
Langkah berikutnya adalah memasang monitor. Colokkan konektor VGA monitor ke port VGA di PC. Pastikan pin atau kaki-kaki konektor masuk kedalam lubang port dengan sempurna. Kencangkan sekrup pengaitnya. Bila Anda menggunakan monitor LCD yang dilengkapi konektor DVI, maka colokkan ke port DVI di kartu VGA.
Langkah berikutnya adalah memasang monitor. Colokkan konektor VGA monitor ke port VGA di PC. Pastikan pin atau kaki-kaki konektor masuk kedalam lubang port dengan sempurna. Kencangkan sekrup pengaitnya. Bila Anda menggunakan monitor LCD yang dilengkapi konektor DVI, maka colokkan ke port DVI di kartu VGA.
Langganan:
Postingan (Atom)
